Profil seniman yang ikut berpartisipasi untuk pameran “Let’s Die Together in 2012”:
1. Gustaff Hariman Iskandar

Gustaff H. Iskandar (lahir tahun 1974) lulus pada tahun 1999 dari jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa & Desain, Institut Teknologi Bandung (FSRD – ITB). Sejak tahun 1999, Gustaff aktif dalam kegiatan manajemen seni, selain menulis dan berpartisipasi dalam berbagai pameran seni.
Pada tahun 2000 s/d 2001, Ia ikut menginisiasi dan mengelola penerbitan majalah Trolley, sebuah media independen yang aktif mempublikasikan informasi mengenai praktik dan perkembangan seni kontemporer, desain, musik, fashion, budaya visual dan teknologi media. Pada akhir tahun 2001, bersama dengan R.E. Hartanto, T. Ismail Reza dan Reina Wulansari, Gustaff mendirikan Bandung Center for New Media Arts, sebuah organisasi yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan seni media dan praktik seni multidisiplin di Indonesia.
Pada tahun 2003 organisasi ini kemudian berubah format menjadi organisasi non-profit yang bernama Common Room Networks Foundation (Common Room), dan menyediakan platform terbuka bagi pengembangan kegiatan seni, budaya dan pemanfaatan teknologi ICT/ Media di kota Bandung. Saat ini Gustaff aktif berkarya, menulis dan menjadi pembicara dalam beberapa acara diskusi, seminar dan simposium.
2. SirDandy Harrington

SirDandy Harrington (terlahir dengan nama Dandi Achmad Ramdani), terlahir di Bandung 29 September 1974. Semasa muda-nya berkuliah di FSRD Institut Teknologi Nasional Bandung angkatan 1994.
Pria flamboyan ini dikenal sebagai vokalis Teenage Death Star, band rock n’ roll nan ugal-ugalan, kini juga bersolo karier dan menjadi musisi folk slebor serta masih berkarya seni lukis bergenre pop-art.
3. RECYCLE EXPERIENCE (Evan Driyananda & Attina Nuraini)

Kegiatan berkesenian yang penciptaannya diawali pada akhir tahun 2006, berawal dari ketertarikan yang sama terhadap Pop culture and Toys art movement.
RECYCLE EXPERIENCE merupakan sebuah ekspresi yang lahir dari keinginan untuk merubah dan menata ulang berbagai benda temuan yang cenderung kurang diharapkan keberadaannya. Berbagai kegiatan eksperimen dan eksplorasi hingga penggunaan media found object dan teknik potong sambung konstruksi sebagai media dan teknik utama, merupakan berbagai proses yang kerap kami temui dalam penciptaan karya untuk menyalurkan keinginan dalam mengembangkan kemampuan berkarya seni rupa, juga keinginan untuk mengungkapkan mimpi-mimpi dan imajinasi kami yang kerap di dasari oleh Happiness, Fun, Hope, Miracle,Toys, Dream, Playground, Music, Fantasy, Fairy tale, Object deformation, dan lain sebagainya.
Dari proses tersebut terciptalah Transformation object berupa beraneka macam “ Character Robotic Imagination”,sebuah alternatif berkarya seni, yang secara tidak langsung dapat pula menyampaikan sebuah gagasan pelestarian lingkungan melalui media visual 3 dimensi. Bersamaan dengan itu, kami mendirikan sebuah label “Custom Plush Jewelry “ MANNEQUIN PLASTIC, yang memberikan ruang berbeda dalam berimajinasi juga turut menciptakan aplikasi-aplikasi lain dari sosok- sosok “ Character Robotic Imagination ”.
www.recycleexperience.blogspot.com
4. Muhammad Akbar

Muhammad Akbar meraih gelar Sarjana Pendidikan pada tahun 2007 di Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis Universitas Pendidikan Indonesia. selama masa kuliah ia aktif bekerja di bidang senirupa, desain grafis, musik & video. Sedang menempuh pendidikan di program pasca sarjana seni rupa FSRD-ITB.
Setelah lama bergelut dengan komik ia memilih medium video dalam karir berkarya, ia menemukan hubungan erat antara komik dan video dari cara gambar-gambar yang tersusun secara linear. berkarya dengan medium video dan juga aktif sebagai Video Jockey (VJ) menggunakan pseudonim Killafternoon, memproduksi konsep visual motion untuk musisi dan grafis musik untuk beberapa band dan gigs lokal. anggota kelompok Video Lab (videolab.blogdrive.com). anggota kelompok produser musik dan visual dijital OPENLABS (theopenlabs.wordpress.com) anggota dari band / art collective A STONE A (myspace.com/astonea) dan proyek solo nya FIX FUTURE (myspace.com/fixfuture), anggota dari kelompok pertunjukan seni media Wayang Cyber, sempat menerbitkan majalah xerox bernama AIRSENI zine. 2005-2006 sempat aktif sebagai art program director di salah satu ruang Alternatif di Bandung bernama iFvenue (R.I.P.)
5. Sundea, Salamatahari

Sundea adalah penulis lepas dan penangkap keseharian yang telah menerbitkan tiga buah buku: Salamatahari, Dunia Adin, dan Salamatahari #2. Untuk terus menjaga ritme menulisnya, setiap hari Kamis Dea meng-update zine-zine-an online-nya, www.salamatahari.com.
Pameran bersama dalam rangka launching album Bottlesmoker “Let’s Die Together in 2012” ini menarik sekaligus mendebarkan buat Dea. Bukan sekedar dengan tulisan, ini pertama kalinya Dea mencoba bercerita dengan tanggung jawab visual yang cukup besar. Semoga child-like spirit yang menautkan kita menjaga semangat bermain dan eksplorasi, ya, Bottlesmoker? ;)
6. Doly Harahap

Terlahir di pesisir pantai Indramayu pada 28 Oktober 1984. Mulai mengenal fotografi sejak tahun 2006 yang pada saat itu masih tercatat sebagai mahasiswa Jurnalistik Fikom Ekstensi Unpad kampus Bandung. Pada pertengahan 2009 terpilih dalam International Advance Photography Workshop by Andreas Rost (Germany) yg berjudul “Real Space Conceptual Bandung” yg diselenggarakan oleh Galeri Soemardja Bandung.
http://www.dolydodolipret.tumblr.com
7. Heickel Alkatiri

Nama saya Heickel Alkatiri / Anal Qaeda, saya bekerja pada salah satu Advertising Agency di Jakarta. Saya aktif dalam band Aneka Digital Safari dan Record Label (Spasm Records).Terima kasih.
8. Mufti Priyanka aka Amenk

Saya dilahirkan di Bandung, pada tanggal 5 Juli 1980. Hidup dan bekerja di Bandung, aktivitas sementara ini menjadi Freelance Desainer Grafis, ilustrator lepas dan aktif berkarya juga berpameran dari tahun 2001 hingga saat ini. Terhimpun juga sebagai anggota band rock eksperimental bernama A stone A hingga saat ini.Proses berkarya saya sangat terpengaruh oleh Romantisme Urban yang sangat tipikal berpadu pada semangat lokalisme global masyarakat Indonesia modern saat ini. Untuk berkarya medium yang biasa digunakan ialah kertas dan untuk kepuasan lain, kanvas biasa digunakan untuk ukuran lebih besar. Tinta China dan akrilik merupakan medium cat untuk menorehkan gambarnya.
Seniman - seniman, Komikus maupun ilustrator yang berpengaruh bagi kehidupan berkesenian saya, diantaranya : Tisna Sanjaya, Frank Kozik, Andry Mochammad, Raymond Pettibon, Jan Mintaraga, Charles Burns, Eko Nugroho, Onong Nugraha, Ganes TH dan Tatang Suhenra.
9. Ageng Purna Galih

Pria ini sering dipanggil Age, lahir 8 Mei 1980 di kota Bandung.
Menyelesaikan studinya di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Bandung Jurusan Sastra Indonesia pada tahun 2005. Pernah berkerja di Ripple Magazine dari tahun 2006 s.d. 2009 sebagai graphic designer dan menjadi photographer di FIREBOLT clothing company selama empat tahun lamanya (2007 s.d. 2010). Sejak 2008 hingga sekarang masih menjalankan aktifitas bekerja di CCF Bandung sebagai graphic designer.
Mengerjakan proyek seni multimedia nirlaba bersama PEMUDA ELEKTRIK selama enam tahun (2003 s.d 2008), sebelum akhirnya memutuskan mengganti kesibukannya dengan proyek di dunia musik (nirlaba juga) bersama SUNGSANG LEBAM TELAK. Satu lagi yang tidak kalah nge-hits dari kedua nama di atas, yaitu tetap setia menggarap kerajinan tangan yang diberi nama WAWBAW series.
10. Taufik Akbar a.k.a Fikart

Nama saya Fikar, singkatan dari nama asli saya tauFIK akbAR, jadi saya menamakan diri saya sendiri Fikar Akbar :D
Baiklah, cukup mengenai nama. Saya lahir di Jakarta dan bersekolah di Jakarta sampai tahun 2003, lalu pindah ke Bandung untuk melanjutkan kuliah, dan sekarang saya hidup di dua kota, bekerja di Jakarta & (masih) kuliah di Bandung. Oke, awal saya terjun ke dunia gambar-menggambar ini dimulai pada tahun 2003 ketika saya tidak lulus saringan masuk FSRD ITB, dan akhirnya dendam, sehingga memacu saya untuk benar2x menggambar dengan serius, hingga saya menemukan style saya sendiri pada tahun 2005.
Pada waktu itu saya menggunakan nama Faketorerist sebagai nick name - plesetan dari “vektor” menjadi “faketor…” & “…rerist” dari terrorist (sebagai tanda bidang pekerjaan) tetapi saya memutuskan untuk menggantinya menjadi Fikart, karena selain lebih singkat, mungkin lebih gampang diingat dan meaningful… Style yang saya gunakan untuk menggambar adalah vector & vexel.
Mungkin salah satu faktor yang membedakan satu artist dengan artist lainnya menurut saya adalah influence-nya, dan kebetulan beberapa influence saya adalah : Scrojo - Andy Warhol - Roy Litchenstein - Frank Shepard fairey - Elmac - Joe Capobianco - Steve Vance - Toshio saeki - Rod Hunt
Jadi yaa… selamat menikmati karya saya & semoga terhibur :)
11. Ken Terror

Tidak terlahir dengan nama Kenny William, Ken Terror (begitu orang-orang mengenalnya) adalah seorang illustrator otodidak yang lahir dari komunitas punk Bandung.
Setia dengan black marker drawing, sejak akhir tahun 90an mengkontribusikan gambarnya untuk cover album rekaman, merchandise band-band hardcore punk serta cover zine dalam dan luar negeri.
Sekarang bekerja pada salah satu perusahaan retail sebagai t-shirt graphic designer dan tetap melancarkan gerilya sebagai independent illustrator dalam ruang lingkup scene underground. Dan tetap berbagi ide lewat bandnya, Kontrasosial.
12. Ykha Amelz

Ykha Amelz adalah seorang gadis ilustrator yang lahir dan dibesarkan di Jakarta, namun saat ini telah memilih untuk tinggal dan bekerja di Bandung. Dia mendapatkan gelar Sarjana Arsitektur di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia memutuskan untuk mengejar mimpinya untuk berprofesi sebagai ilustrator. Dia sekarang memiliki studio sendiri bersama dengan beberapa teman dekatnya, mereka menyebutnya TRS [The Right Stuff] - sebelumnya dikenal sebagai studio S.C.A.N.D.A.L. Dia seringkali menggambar untuk industri fesyen, musik, iklan, buku, dll.
Dalam waktu luangnya, Ykha juga dikenal sebagai vokalis di sebuah band beraliran elektro, C.U.T.S. Dia juga sekarang sedang mempersiapkan album pertama C.U.T.S di bawah naungan FFWD records, dan juga merencanakan untuk pameran tunggalnya yang pertama. Selain belajar untuk menjadi ilustrator yang lebih baik, dia selalu bermimpi untuk menjadi master dalam seni origami. Hahaha
Portfolio website: www.be.net/ykha
13. Marina Tasha Avianty

Terlahir pada 23 Agustus 1982, dibesarkan di Bandung. Pernah berkuliah di FSRD Institut Teknologi Nasional Bandung jurusan DKV angkatan 2002 lalu melanjutkan bersekolah di Make-up Designory Make-up Schools New York (Character make -up) dan Empire Beauty School New York (Fashion & Beauty) tahun 2007. Pernah bekerja sebagai illustrator dan fashion designer di Airplane for Her tahun 2006 - 2007 dan Screamous tahun 2008-2009. Kesibukannya sampai saat ini adalah make-up artist untuk fashion industry, advertising, clips dan musical theatre.
14. Deden Sambas

Deden Sambas W.A.F. adalah seniman yang dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 15 Juni 1963. Selama ini, Deden Sambas dikenal sebagai salah seorang seniman yang gemar mengeksplorasi berbagai medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Beliau mengenyam pendidikan seni secara otodidak mulai tahun 1983 - 1985. Ia juga sempat bergabung dan mengetuai kelompok Sanggar Olah Seni (S.O.S Bandung). Sejak awal karirnya, Deden Sambas giat berpameran baik di dalam maupun di luar negeri.